Selasa, 09 Agustus 2016

Troubleshooting Data Link Layer LAN




Troubleshooting Data Link Layer LAN

By : Yusril Dwi Mahendra



A.      Deteksi Kesalahan



1.      Forward Error Control
Dimana  setiap  karakter  yang  ditransmisikan  atau  frame  berisi  informasi  tambahan(redundant)  sehingga  bila  penerima  tidak  hanya  dapat  mendeteksi  dimana  error  terjadi, tetapi juga menjelaskan dimana aliran bit yang diterima error.

2.       Feedback (backward) Error Control
Dimana  setiap  karakter  atau  frame  memilki  informasi  yang  cukup  untuk
memperbolehkan  penerima  mendeteksi  bila  menemukan  kesalahan  tetapi  tidak
lokasinya.  Sebuah  transmisi  kontro  digunakan  untuk  meminta  pengiriman  ulang, menyalin informasi yang dikirimkan. (Mahmudi, 2015)



B.      IEEE Lapisan MAC 48 bit Addressing


MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan dalam model layer OSI , yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.


MAC address memang harus unik, dan untuk itulah, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24 bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24 bit tersebut dapat direpresentasikan dengan menggunakan enam digit bilangan heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit bilangan heksadesimal yang merepresentasikan keseluruhan MAC address. Berikut merupakan tabel beberapa pembuat kartu jaringan populer dan nomor identifikasi dalam MAC Address.


IEEE adalah sebuah organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli di bidang teknik yang mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek dalam industri dan rekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan, antariksa, dan elektronika. (Wahyuni, 2015)






C.      Transparan Bridging, Switching operasi dan pemecahan masalah.



Ciri khusus dari jaringan itu adalah menggunakan protokol yang sama. Manfaat adanya bridge juga meningkatkan kinerja jaringan karena dapat mengatur trafik jaringan dalam segmen yang kecil. Dibandingkan dengan router bridge mempunyai kecepatan yang lebih tinggi.

Beberapa jenis bridge telah membuktikan pentingnya perangkat ini di dalam jaringan. Transparent bridging ditemukan pertama kali di dalam lingkungan Ethernet dan source-route bridging dalam lingkungan Token Ring. Translational bridging menyediakan penerjemahan antara format dan transmisi antar lingkungan yang berbeda (umumnya antara Ethernet dan Token Ring). Terakhirsource-route transparent bridging mengkombinasikan algoritma dari transparent bridging dan source-route bridging untuk memudahkan bridging dalam lingkungan campuran Ethernet dan Token Ring.

Saat ini teknologi switch menjadi solusi tambahan dan komplemen, bahkan pengganti lingkungan bridging. Implementasi switch sekarang telah mendominasi dibandingkan dengan penggunaan bridge. Teknologi switch memberikan kinerja throughput yang superior, kepadatan port yang lebih tinggi, biaya yang rendah per port dan fleksibilitas yang lebih tinggi, selain itu teknologi switch memberikan suatu solusi komplemen di dalam teknologi routing. (Mayori, 2016)


D.     Switch sebagai Multiport Jembatan.

Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.

Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LAN. (Flav, 2016)

Switch dikatakan sebagai  multi-port  bridge  karena mempunyai  collision domain  dan  broadcast domain  tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan  komputer  atau  router  ke  hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan. (Shammi, 2013)


DAFTAR PUSTAKA


Flav, F. (2016, August 03). MASALAH DATA LINK LAYER LAN . Retrieved August 10, 2016, from Fafa Flav: http://fafaflav.blogspot.co.id/2016/08/masalah-data-link-layer-lan.html

Mahmudi, A. I. (2015, August 05). Deteksi dan Koreksi Kesalahan Data Link Layer. Retrieved August 10, 2016, from MahmudiUye: https://mahmudiuye.blogspot.co.id/2015/08/deteksi-dan-koreksi-kesalahan.html

Mayori, F. Y. (2016, August 03). Pemecahan masalh data link layer LAn . Retrieved August 10, 2016, from SHARE ZONE 99 ERFOLG: http://fandhijulianerfolg.blogspot.co.id/2016/08/pemecahan-masalh-data-link-layer-lan.html

Shammi, N. (2013, September 20). Hub/Konsentrator. Retrieved August 10, 2016, from Perangkat Jaringan: https://nabilashammi.wordpress.com/2013/09/20/perangkat-jaringan/

Wahyuni, S. (2015, October 09). IEEE Lapisan Mac 48-bit Adressing . Retrieved 08 10, 2016, from Blogku: http://sriblogku.blogspot.co.id/2015/10/ieee-lapisan-mac-48-bit-adressing.html



Author  : Yusril Dwi Mahendra
School  : SMK ISLAM 1 BLITAR
Motto   : Jangan menyerah selagi masih mampu...


Silahkan sedot DISINI vroh!!!

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates