Troubleshooting Data
Link Layer LAN
By : Yusril Dwi
Mahendra
A. Deteksi Kesalahan
1. Forward Error Control
Dimana setiap
karakter yang ditransmisikan atau
frame berisi informasi
tambahan(redundant) sehingga bila
penerima tidak hanya
dapat mendeteksi dimana
error terjadi, tetapi juga menjelaskan
dimana aliran bit yang diterima error.
2. Feedback (backward) Error Control
Dimana setiap
karakter atau frame
memilki informasi yang
cukup untuk
memperbolehkan penerima
mendeteksi bila menemukan
kesalahan tetapi tidak
lokasinya. Sebuah
transmisi kontro digunakan
untuk meminta pengiriman
ulang, menyalin informasi yang dikirimkan. (Mahmudi, 2015)
B. IEEE Lapisan MAC 48 bit Addressing
MAC Address (Media
Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan
pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan dalam model layer OSI , yang
merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan
berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang
48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam
sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering
disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.
MAC address memang
harus unik, dan untuk itulah, Institute of Electrical
and Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24
bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut,
dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24
bit tersebut dapat direpresentasikan dengan menggunakan enam digit bilangan
heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit bilangan heksadesimal yang
merepresentasikan keseluruhan MAC address. Berikut merupakan tabel beberapa
pembuat kartu jaringan populer dan nomor identifikasi dalam MAC Address.
IEEE adalah sebuah
organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli di bidang teknik yang
mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang
mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek dalam industri dan
rekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan komputer,
kelistrikan, antariksa, dan elektronika. (Wahyuni, 2015)
C. Transparan Bridging, Switching operasi
dan pemecahan masalah.
Ciri khusus dari
jaringan itu adalah menggunakan protokol yang sama. Manfaat adanya bridge juga
meningkatkan kinerja jaringan karena dapat mengatur trafik jaringan dalam segmen
yang kecil. Dibandingkan dengan router bridge mempunyai kecepatan yang lebih
tinggi.
Beberapa jenis bridge
telah membuktikan pentingnya perangkat ini di dalam jaringan. Transparent
bridging ditemukan pertama kali di dalam lingkungan Ethernet dan source-route
bridging dalam lingkungan Token Ring. Translational bridging menyediakan
penerjemahan antara format dan transmisi antar lingkungan yang berbeda (umumnya
antara Ethernet dan Token Ring). Terakhirsource-route transparent bridging
mengkombinasikan algoritma dari transparent bridging dan source-route bridging
untuk memudahkan bridging dalam lingkungan campuran Ethernet dan Token Ring.
Saat ini teknologi
switch menjadi solusi tambahan dan komplemen, bahkan pengganti lingkungan
bridging. Implementasi switch sekarang telah mendominasi dibandingkan dengan
penggunaan bridge. Teknologi switch memberikan kinerja throughput yang
superior, kepadatan port yang lebih tinggi, biaya yang rendah per port dan
fleksibilitas yang lebih tinggi, selain itu teknologi switch memberikan suatu
solusi komplemen di dalam teknologi routing. (Mayori, 2016)
D. Switch sebagai Multiport Jembatan.
Switch jaringan dapat
digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas,
switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama
seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan
multi-port bridge.
Switch Sebuah alat yang
menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah
LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network
Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja
untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di
jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan
disebut dengan Switched Ethernet LAN. (Flav, 2016)
Switch dikatakan
sebagai multi-port bridge
karena mempunyai collision
domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket
yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat
mirip dengan cara menghubungkan komputer atau
router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk
menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan. (Shammi, 2013)
DAFTAR PUSTAKA
Flav, F. (2016, August
03). MASALAH DATA LINK LAYER LAN . Retrieved August 10, 2016, from Fafa Flav:
http://fafaflav.blogspot.co.id/2016/08/masalah-data-link-layer-lan.html
Mahmudi, A. I. (2015,
August 05). Deteksi dan Koreksi Kesalahan Data Link Layer. Retrieved August 10,
2016, from MahmudiUye:
https://mahmudiuye.blogspot.co.id/2015/08/deteksi-dan-koreksi-kesalahan.html
Mayori, F. Y. (2016,
August 03). Pemecahan masalh data link layer LAn . Retrieved August 10, 2016,
from SHARE ZONE 99 ERFOLG:
http://fandhijulianerfolg.blogspot.co.id/2016/08/pemecahan-masalh-data-link-layer-lan.html
Shammi, N. (2013,
September 20). Hub/Konsentrator. Retrieved August 10, 2016, from Perangkat
Jaringan: https://nabilashammi.wordpress.com/2013/09/20/perangkat-jaringan/
Wahyuni, S. (2015,
October 09). IEEE Lapisan Mac 48-bit Adressing . Retrieved 08 10, 2016, from
Blogku: http://sriblogku.blogspot.co.id/2015/10/ieee-lapisan-mac-48-bit-adressing.html
Author : Yusril Dwi Mahendra
School : SMK ISLAM 1 BLITAR
Motto : Jangan menyerah selagi masih mampu...
Silahkan sedot DISINI vroh!!!
0 komentar:
Posting Komentar